Kiddo news - Bagaimana Jika Laut Mati Tidak Mati...
Bagaimana Jika Laut Mati Tidak Mati Lagi?
Tuesday, 15 March 2011

Segala hal yang diasosiasikan dengan “mati” biasanya tidak disukai orang. Namun tidak

dengan kata “mati” yang melekat pada sebuah tempat yang bernama Laut Mati.

Malah, tempat ini menarik minat jutaan turis setiap tahun. Di samping itu, banyak penelitian

telah dilakukan untuk mengungkap keunikan alamnya.

 

Namun, nama yang menyeramkan ini pun sebenarnya telah dihaluskan dari terjemahan bahasa

Ibrani 'Yam ha Maved' yang berarti ‘Laut Pembunuh’, sedangkan dalam bahasa Arab namanya

adalah 'Bahrul Mayyit' yang artinya yaahhh Laut Mati juga.

 

Laut Mati biasa disebut dengan Laut Garam karena perairannya mengandung 33,7% garam

(sekitar 8,6 kali lebih banyak dari kandungan garam di laut biasa).

 

Laut Mati yang diapit oleh negara Israel dan Palestina (Tepi Barat) di sisi barat, dan Yordania di

sisi timur merupakan wilayah yang paling rendah di dunia. Posisinya adalah 422 meter di bawah

permukaan laut.


Asal-usul Laut Mati

Laut Mati sebenarnya bukanlah benar-benar laut, melainkan hanya sebuah danau saja. Disebut

laut karena danau ‘Laut Mati’ berair asin dan memiliki wilayah yang luas: panjang 47 mil dan

lebar 10 mil, dengan total luas permukaan sekitar 360 mil, sedangkan kedalaman laut

mencapai 422 meter.

Lalu mengapa namanya Laut Mati? Disebut demikian karena tidak ada ikan yang dapat hidup di

Laut Mati karena keasinan airnya yang sangat tinggi. Jangankan hidup, berenang pun ikan akan

sulit karena dia pasti akan terapung terus.

 Asal-muasal terjadinya Laut Mati disebutkan dalam kitab suci Umat Islam dan Kristen.

Disebutkan bahwa Nabi Luth diperintahkan Tuhan untuk memperingatkan kaumnya yang

melegalkan perilaku homoseksual.

Karena umat mengabaikan seruan Nabi Luth, maka Tuhan memerintahkan Nabi Luth untuk

menyingkir dari kota Sodom dan Gomorah. Laknat Tuhan datang melalui sebuah gempa

vulkanis yang diikuti letusan lava, kota-kota tersebut diruntuhkan, lalu dijungkirbalikkan masuk ke

dalam Laut Mati.

 

Hasil penelitian ilmiah kontemporer menjelaskan, bencana itu dapat terjadi karena daerah

Lembah Siddim, yang di dalamnya terdapat kota Sodom dan Gomorah, merupakan daerah

patahan atau titik bertemunya dua lempengan kerak bumi yang bergerak berlawanan arah.

Patahan itu berawal dari tepi Gunung Taurus, memanjang ke pantai selatan Laut Mati dan

berlanjut melewati Gurun Arabia ke Teluk Aqaba dan terus melintasi Laut Merah, hingga berakhir

di Afrika.

Biasanya, bila dua lempengan kerak bumi ini bergeser di daerah patahan maka akan

menimbulkan gempa bumi dahsyat yang diikuti dengan tsunami yang menyapu kawasan pesisir

pantai. Juga biasa diikuti dengan letusan lava/lahar panas dari perut bumi.

Mengapa air Laut Mati sangat asin?

Pasokan air yang masuk ke Laut Mati hanya dari Sungai Yordan dan beberapa pegunungan di

sekitarnya. Karena Laut Mati berada posisi yang rendah maka air yang diterima itu tidak bisa

dialirkan kemana-mana.

 

Satu-satunya jalan keluar air yaitu melalui proses penguapan ke udara saja. Itulah sebabnya air

Laut Mati menjadi sangat asin karena air yang mengalami proses penguapan meninggalkan

zat-zat mineralnya.


Keunikan Laut Mati

Anda tidak bisa berenang, tapi tidak ingin tenggelam saat mencebur ke dalam air? Itu bukan

persoalan mustahil. Di Laut Mati, setiap orang yang menceburkan diri dan tidak akan tenggelam

walaupun di tempat yang dalam.

 

Ini bisa terjadi karena Laut Mati memiliki kadar keasinan yang sangat tinggi. Namun banyak

orang salah kaprah menyebut Laut Mati adalah perairan yang paling asin di dunia. Sebenarnya

ada perairan lain yang kadar keasinan lebih tinggi (40%) yaitu Danau Assal di Djibuoti, Afrika.

 

Laut Mati memiliki lumpur yang berkhasiat sebagai penghalus kulit. Selain itu, ada beberapa zat

mineral berguna lain yang terkandung dalam Laut Mati yaitu:

Sodium yang dapat meningkatkan permeabilitas yang sangat cocok untuk kulit kering.

Magnesium dengan konsentrasi 15 kali lebih tinggi dibandingkan dengan laut lainnya. Magnesium membantu penyembuhan kulit dan menyediakan jaringan permukaan kulit dengan anti alergi dan penting untuk metabolisme sel.

Potassium yang dapat meningkatkan oksidasi dan mengatur proses elektrikal otot dan sistem saraf serta membantu mengatur kelembaban di kulit.

Bromida - konsentrasi bromida adalah 50 kali lebih tinggi dari garam biasa. Ini menyebabkan efek yang sangat santai, dan membantu secara alami perbaikan sel kulit.

Bitumen yang ditemukan dalam jumlah sedikit dan dapat bertindak sebagai zat anti-inflammatory.

Iodin yang berperan penting pada pembentukan hormon tiroksin, dan juga penting untuk energi dan metabolisme sel.

Kalsium penting sebagai pertahanan membran sel dan pembersihan pori-pori, yang dibutuhkan juga untuk perbaikan jaringan dibawah kulit.

Zink yang memainkan peranan dalam regulasi enzim.

Lumpur Laut Mati membantu kulit kering dengan mengganti elektrolit yang hilang, bisa mengobati beberapa masalah dermatologi seperti eksim, jerawat, rematik, sakit sendi, dan masalah sirkulasi dan saraf. Garam Laut Mati juga bisa bertindak sebagai desinfektan yang bisa mengeluarkan zat berbahaya dari kulit.

 

Mendangkal dan terancam tidak “mati” lagi

Saat ini, perairan Laut Mati mulai menyusut. Sejak tahun 1960-an airnya sudah susut lebih dari

10 meter, sehingga dikhawatirkan Laut Mati terus mengalami pendangkalan.

Susutnya air Laut Mati selain disebabkan oleh penguapan, juga akibat adanya proyek-proyek

menyangkut air yang dilakukan oleh pemerintah Israel maupun Yordania.

Jika perairannya terus menerus surut, maka rencananya pada tahun 2017 nanti Laut Mati akan

dihubungkan ke Laut Merah dengan sebuah bendungan yang bisa mengatur volume air.

Kalau itu terjadi, maka kadar garam Laut Mati akan menurun dan menjadi normal sama dengan

kadar garam laut biasa. Jika demikian Laut Mati mungkin tidak akan “mati” lagi karena ikan-ikan

dan biota lain sudah bisa hidup di dalamnya.

Comment
Name
Email
Comment

    Security Code
    Click the image to change Security Code


Related News
GameStation news
Cinemags news
Kiddo news
Gadget news
Animonster news
Macworld news
Tuesday, 27 December 2011
Tuesday, 27 December 2011